Selasa, 20 Maret 2012

Morphine Adalah Perempuan (?)


Mumet mikirin kehidupan mumet mikirin kuliah mumet mikirin masa depan membuat Jaka Selimut semakin gusar dan tidak beraturan hidupnya. Bolak balik memikirkan hal yang sulit dan mencari jawaban akan semua itu. Jaka mencoba membuka perbincangan dengan saya. "Tor, lo tau nggak? gue baru dapet jawaban dari kegusaran gue selama ini" tanya Jaka Selimut padaku. "Apa gerangan yang kau temukan Jak?" jawabku penasaran. Dia berdiri dan duduk di sudut "kokpit" kamarnya, dia mencoba meyakinkan saya dengan memberitahu segala kegusarannya akhir-akhir ini.
Belom abis sob.. baca lagi lah..

Label: ,

Sabtu, 17 September 2011























me vs kribs : sportstyle
Pict 1 :
Kribs : ah ngilangin pegel ah… (olah raga)
Me : … apa apaan si ni anak…
pict 2 :
kribs : hup hup hup i love it (push up)
me : apaan tuh? gitu doang?
Pict 3 :
me : gue juga bisa kalo begituan doang mah, ngilangin pegel ah…
Kribs : hah? lo? olahraga?
Pict 4:
kribs : what… ~(-.-)~
me : mew mew… kitten sport style (Newbie style)

Label:

Sabtu, 03 Juli 2010

kisah jejaka selimut

ini adalah sebah cerita, cerita seorang pemuda 19 tahun yang selalu menerjang selimut saat pagi buta, tenggelam dalam rasa kantuk setelah klimaksnya yang ditunggu sekian lama setelah seharian penuh dengan layar layar dan layar, dia hanya pengangguran tak berguna, chat, gambar, chat, gambar dan gambar lagi, dan chat lagi, terus gambar lagi.

dunia luar hanya singgahan sementara mengisi waktu luang memperbesar wawasan yang tiada batasnya, hanya rolling door supermarket yang selalu mengakhiri perjalanan malamnya. Jejaka selimut melanjutkan perjalanannya lagi, ke rumah, chat lagi menggambar lagi, chat lagi.

saat bangun pagi, biasa menarik ojek pribadi untuk sang mama, tiada berhentinya berulang dan merulang lagi, mengantar, menjemput, menunggu, dan menunggu..malas mata memandang matahari pagi lelah tersiram panasnya siang, kota bekasi hanya sebuah mimpi buruk di siang hari jika berada diluar, jalan bolong-bolong tak bedanya dengan permukaan bulan, mungkin lebih halus perukaan bulan, kenapa kota ini bisa dapat piagam adipura? merika hanya melihat kebagusan sebuah buku hanya dari sampulnya.

kembali ke cerita si jejaka selimut, yang selalu menerjang di dalam selimut saat pagi buta, sepulangnya dari mengantar, menjemput dan menunggu, dia kembali ke meja kerjanya yang sempit dan berantakan, melanjutkan mengutak atik situs pertemanan yang selalu sepi dari pengunjung, sampai matahari terbenam dan pengeras suara masjid berdering mengingatkan sang jejaka selimut untuk mandi dan mengambil air wudhu dan bergegas menuju kamar tak beraturan itu, apakah jejaka selimut sholat maghrib? hanya tuhan, kecoa, laba-laba, semut, setan, jin penghuni kamar tersebut yang tahu..

Label: