Senin, 28 Mei 2012

Apa Itu Digital Divide?



Kesenjangan digital atau Digital Divide adalah sebuah fenomena dimana seseorang masih kurang akses terhadap teknologi yang berkaitan dengan informasi dan komunikasi. Gap terhadap dunia Tenologi Informasi dan Komunikasi ini bisa saja masih terjadi di dalam kehidupan dan dalam berbagai aspek kehidupan. Kebanyakan masyarakat masih merasa teknologi yang berkembang sangat pesat hingga sangat sulit rasanya bila mengikuti perkembangannya, apalagi dalam beberapa negara di dunia termasuk Indonesia, penyebaran dari Teknologi Informasi dan Komunikasi masih kurang merata, hal tersebut juga disebabkan karena kurangnya sosialisasi kepada masyarakat atau memang faktor ekonomi dari masyarakat itu sendiri.
Belom abis sob.. baca lagi lah..

Label: , ,

Minggu, 22 April 2012

Reunian Kena Tanggung



Tiga hari jaka pulang ke Bekasi, seperti biasa dia membawa hal baru yang menjadi bahan diskusi kami.
dia bertemu seorang kawan lama, seorang yang mengawali terbentuknya blog ini, Jaka-D, dialah orang yang pertama kali berkeliling Bandung bersama Jaka Selimut menyusuri malam.Hal yang sangat lama telah berlalu, perpisahan mempertemukannya kembali di warung aa, kandang aa squad. Menurut cerita Jaka, mereka banyak berdiskusi disana, Jaka-D dan kampus baru telah membuka hobi baru yang sebenarnya sudah masuk dalam hidupnya beberapa tahun yang lalu, saat masih sering bersua dengan Jaka Selimut.
Belom abis sob.. baca lagi lah..

Label: ,

Senin, 02 April 2012

Jaka Selimut: Jengah Sejengah-Jengahnya



Hari itu saya bersama Jaka memutuskan pulang ke Bekasi. Jaka ingin memberikan titipan yang dipesan oleh kedua orang tuanya. Jumat (31/3), kami berdua pergi ke kampus Jaka untuk mengambil titipan kedua orang tua Jaka, dan kami baru bisa mendapatkannya pada pukul 15.00, langsung dari sana Jaka dan saya kembali ke kosan dan mengambil segala hal yang kami akan bawa ke Bekasi. Terdengar kabar dari beberapa orang kawan kalau jalan Tol ditutup oleh para demonstran yang menuntut harga BBM agar tidak naik, tetapi Jaka tidak terlalu perduli dengan ancaman seperti itu, dia justru bersemangat, "Biar aja macet, biar sekalian liputan ntar kita Tor" katanya sambil melihat beberapa media online untuk memastikan apakah benar terjadi demonstrasi  sampai memutus ketertiban jalan Tol. "Kayaknya nggak tor, yang gue lihat, justru Tol Dalam Kota aja yang di putus sama para demonstran" beritahunya kepada saya yang saat itu sedang memasukkan beberapa pakaian kedalam tas saya. Tidak lama setelah itu kami sudah siap, dan saat ingn berangkat turunlah hujan deras, langkah kami pun terhenti dapa sebuah pembicaraan, "Jak, temen gue kemaren ketangkep pas ada demonstrasi di Jakarta, gue nggak terlalu tau kronologisnya, makanya gue semanget banget pulang dan ingin sekali berbicara dengannya tentang kondisi yang cukup mengkhawatirkan ini" Ucap Jaka mengawali pembicaraan. "Hm.. begitu rupanya, memang apa yang ingin kau bicarakan kepadanya Jak, apa kau akan berdebat dengannya, bukankah kau tidak terlalu menyukai hal yang berbau demonstrasi?" tanyaku kepada Jaka. "Bukan Tor, gue nggak akan debat dengan teman saya itu, dan bukan demonstrasinya yang saya tidak suka dari kondisi saat ini Tor, tetapi cara berdemonya, semakin lama para demonstran itu seperti dirasuki oleh sebuah pemikiran yang diluar dugaan gue, mereka merusak Tor, dan mengganggu ketertiban, menurut gue itu bukan cara yang cerdas" kata Jaka meyakinkan saya tentang pendapatnya. "Yo berangkat ujannya udah agak reda" Ajak Jaka kepada saya dengan gerak-gerik seperti tidak sabar untuk pulang hari itu.

Belom abis sob.. baca lagi lah..

Label: , , ,

Jumat, 23 Maret 2012

Kita Butuh Strategi Baru Bung!



Panas sekali hari ini, Rabu (23/3) Jaka masih terlihat sibuk mondar mandir diantara mereka yang berteriak-teriak menuntut mundur rezim SBY- Budhiono, mereka meneriaki para pemimpin negri ini dengan kata-kata kotor dan makian serta cacian. Jaka tampak serius memperhatikan mereka, entah apa yang dia pikirkan. setelah mondar mandir tidak jelas, bertanya--tanya sedikit dan menerima sebuah lembaran dia kembali ke tempat saya berdiri. Dia terdiam, seolah ingin memecahkan sesuatu, "Apa ini masih efektif?" tanya dia kepada saya. "Apa yang efektif Jak?" tanya saya kembali padanya, "Ya ini, demonstrasi, mereka menghabiskan uang, membayar makanan minuman untuk massa mereka, hari ini saja sudah lebih dari tiga puluh orang, mereka mahasiswa dapet uang dari mana ya? belum lagi membayar mereka itu tu.." lanjutnya. "Mereka yang mana Jak?" tanyaku, "itu, yang belakang itu" jawabnya sambil menunjuk kepada tiga orang yang sempat dia tanyai barusan. "Mereka memang siapa? kok dibayar Jak?" tanya saya heran. "Menurut beberapa orang yang sempet ngobrol sama gue dijalan, kadang-kadang mereka memanggil orang bayaran buat ikut meramaikan demonstrasi, gue awalnya sangsi si emang, tapi gue heran, tadi pas gue tanya, 'mas dari kampus mana aja nih?' mereka bilang dengan wajah bingung dan.. ya aneh lah bilang 'ermm.. ga tau yah' tapi mereka masuk barisan dan mengibar-kibarkan bendera seolah-olah mereka disana sangat bersemangat Tor" Jelasnya. "Jadi menurut kamu memang benar ada orang yang dibayar dalam rombongan ini Jak?" tanyaku kembali. "bisa jadi si kalo emang begitu, temen gue si Jaka Cepot juga di ospek suruh ngelakuin kayak gini di kampusnya, padahal mungkin pengetahuan dia saat awal masuk kampus itu belum terlalu luas lho" Jawabnya kembali.
Belom abis sob.. baca lagi lah..

Label: , , ,

Senin, 19 Maret 2012

[Salut] Jaka Selimut Digamparin Nenek2 Tidak Melawan

Senja di Braga, Bandung. Jaka berjalan-jalan dengan teman-teman kampusnya untuk mencari objek foto di Braga. Hari itu sungguh berbeda dengan hari lainnya karena hari Jaka Selimut hanya diisi dengan motret makan minum dan merokok. Seperti halnya fotografer jalanan lainnya dia berjalan dan memotret, terkadang mindik-mindik di pojokan karena ada sesuatu yang menarik untuk dipotret.


Berbagai macam wajah terekam dalam sensor kameranya hari itu, dengan berbagai ekspresi dan posisi. Sampai akhirnya, dia sampai pada suatu kejadian yang sangat menarik. Sebuah perempatan yang memisahkan jalan Braga dan jalan Konferensi Asia-Afrika, Terlihan seorang nenek lemah berumur berkisar 50 akhir sampai 60 tahunan lah, dia sedang duduk di trotoar layaknya nenek lemah biasa yang sedang mengemis dengan wajah yang amat sangat memelas dan sangat lemah kuyu dan lesu.

Jaka berinisiatif dan berpikiran kalo ini adalah..

"Peluang bagus, angle yang sangat pas dengan ekspresi wajah yang sedemikian  menyedihkan juga pose yang cukup pas untuk dijadikan Photo of The Years oleh Reuters ya minimal National Geographic lah"
Belom abis sob.. baca lagi lah..

Label: ,

Jumat, 16 Maret 2012

Sulitkah Mengkonsep Sebuah Grup Musik

Sulitnya Mempertahankan Band

Semalam saya ketiduran, laptop saya saya biarkan menyala, waktu bangun saya menyimpan rasa curiga kepada jaka yang begadang semalaman untuk mengerjakan tugas katanya..

"ORANG KAYAK DIA NGERJAIN TUGAS DI HARI KAMIS MALAM?! JUMATNYA KAN DIA LIBUR"

Saya baru menyadarinya saat melihat satu postingan baru mengenai idealisme dan bla bla bla itu. Ternyata benar dugaan saya, laptop saya dibajak saat saya tertidur untuk memikirkan ide postingan hari ini. Tidak hanya itu, bujang lapuk ini juga mengembat beberapa garpit saya, dua batang!! ya tuhan bayangkan dua batang itu harganya dua ribu dan itu mahal sekali untuk seorang penulis miskin dan pengangguran seperti saya, biarpun saya multi talenta, penulis, narator, mahasiswa, dan paling jago untuk tidak melakukan apa-apa tapi semua keahlian itu tidak dibayar dengan uang. Saya dibayar dengan kepuasan kalo data statistik "klik" ke blok Jaka Selimut meningkat... oh betapa suramnya nasib narator ini, udah gitu masih dicurangin sama subjek pertama di blog ini lagi, mentang-mentang lagi bermuram durja, sembarangan membajak laptop orang...

(terdengan suara dari belakang)
"Yaelah lu gitu aja..ngambek, udah mulai lah omongin soal yang kemaren"

Belom abis sob.. baca lagi lah..

Label: , , ,

Kamis, 15 Maret 2012

Meraba-raba Makna Idealisme


Untuk pertama kalinya saya mencoba menulis, rasanya sangat kaku jari ini menari diatas susunan kotak yang bertuliskan huruf dan berbagai simbol lainnya. Saya bukanlah seorang narator yang ingin menceritakan kisah hidup orang pertama dalam situs ini. Bisa dibilang kali ini orang pertamanyalah yang menulis dan menceritakan sedikit tentang dirinya dan dirinya yang lain.

Kali ini saya ingin menguak beberapa pertanyaan yang bisa menjadi beberapa pertanyaan yang menggantung sehingga hanya anda sendiri yang tahu jawabannya. Idealisme, apa itu? Saya sempat berbincang tentang hal itu dengan teman saya pada suatu waktu yang sangat sulit. Suatu malam saya terbangun dan memikirkan banyak hal yang membuat saya setengah gila. saya membaca sebuah buku yang saya suka dan saya mempertanyakan banyak hal dari dalam buku itu. Sebuah buku yang berisikan pendapat seseorang yang memiliki idealisme tinggi, hal itu dijunjungnya sampai mati.
Belom abis sob.. baca lagi lah..

Label: , , , , ,

Selasa, 24 Januari 2012

Kamar Kamar Kamar..

Pastinya Kalian Semua Penasaran KAN!!!!!? 
(Pertanyaan Narator dengan semangat penuh tenaga dan berharap seluruh dunia menjawab: IYA NARATORR... APA? ADA APA? CERITAKANLAH KEPADA KAMI NARATOR YANG GANTENG!!!)

ya biarpun nyatanya mereka hanya diam tanpa menoleh ke arah pria yang tidak pernah jelas siapa dan dimana ini.

Oke apapun tanggapan kalian, saya mau mau kasih liat isi kamar jaka selimut yang sangat sakral itu lho.. mau tahu nggak?? kalo nggak mau ya sudah, narator mau pulang.. (dan dia masih berharap tanggapan dari pembaca).


LHO!

Narator  : SEBENTAR!! kok narator ada yang memberikan narator lagi si, eh lu siapa?
(narator) : (gue, gue ya narator lu, lu kan naratornya si Jaka, gue naratornya lu)
Narator  : Lah aturan dari mana narator di naratorin lagi?
(narator) : (Ya atiran gue lah narator tuh yang bikin cerita, kalo gue narator lo ya gue lebih tinggi daripada lo, jadi lo diem aja mendingan daripada gue ilangin hal lo ngomong di blog keren ini) *berharap ada yang tepuk tangan <---- narator yang satu lagi

*oke ini saya narator pengganti utusan ketua dewan narator, pemimpin narator paling tinggi di dunia pernaratoran. Daripada kita bingung ngurusin mereka yang berdebat nggak ada habisnya oke kita lanjutin aja, tadi sampe mana kita, oh ia kamar jaka selimut ya. Ini sebenernya sih udah jadi rahasia umum, apa aja yang ada disana dan bagaimana bentuknya, tapi hal yang perlu diketahui adalah apa gunanya barang-barang itu dan seberapa berartinya barang-barang itu. oke kita mulai aja, saya kasih gambar juga nih biar kebayang, tapi sepotong-sepotong aja ya, ini bekerja sama dengan blog photograpy seorang narator yang debat barusan.

OK inilah barang-barang sakral itu kawan..
Belom abis sob.. baca lagi lah..

Label:

Minggu, 09 Oktober 2011

Number One - Happy Birthday John Lennon

Pada zaman dahulu kana. tepatnya tahun 2005, ada sebuah radio hadiah dari dealer motor diatas meja ruang tamu. Beberapa saat kemudian datanglah seorang anak yang kira kira masih ada di bangku kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Masa SMP adalah masa yang baru buat anak itu, masa dimana ia baru menyukai musik, dan disinilah cerita itu dimulai.

Dia hanya bisa duduk memperhatikan radio tersebut dengan penuh harap bila ada sebuah kaset yang masuk kedalamnya dan mengeluarkan suara berupa lagu yang bagus dan membuat dia nyaman. beberapa saat setelah itu datanglah seorang bapak yang ternyata adalah ayahnya dan berkata, "Kamu mau? memang kamu suka musik?" tanya dia kepada anaknya. Anak itu hanya diam dan tidak tahu apa yang akan harus dia lakukan bila radio itu menjadi miliknya. "Kalau kamu mau, ambil saja, bapak punya beberapa kaset di laci dibawah TV" sambung ayahnya sembari menunjukan letak laci yang berisikan koleksi kaset miliknya.

Belom abis sob.. baca lagi lah..

Label: ,

Kamis, 29 September 2011

Bergelut dengan Mesin Tik dan Perkenalan 10 Elemen Jurnalistik

  
  Jaka selimut mendapat misi istimewa kali ini. bayangkan bagaimana dia harus merangkum tugas yang tidak biasa buat dia. Tahukah kalian mesin Tik? pernahkan kalan melihatnya? menggunakannya? 

   Jadi tugas kali ini adalah menulis sebuah apresiasi tentang sepuluh elemen jurnalistik dengan mesin tik. kalau kalian terlalu modern untuk mendengar kata mesin tik. Baik sekarang narator akan menceritakan sekilas tentang mesin tik.

Belom abis sob.. baca lagi lah..

Label: , , , ,

Senin, 26 September 2011

Buku Buku

Akhir-akhir ini ajaka selimut benar benar merindukan selimutnya. Kehidupannya sekajap berubah menjadi sangat padat oleh urusan kampus dan tugas. setiap hari setiap detik dan setiap menit (biarpun tidak segitunya juga). Jaksel mulai mendalami hobi barunya dengan membaca, merelakan waktu yang biasa dihabiskan dengan berjibaku dengan selimutnya di medan kasur yang empuk kini dia harus mencoba untuk menyukai apa yang dinamakan "membaca". 

Belom abis sob.. baca lagi lah..

Label: , ,